Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Prokom (Profesi Komunikasi)
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Menjadi Insan Advertising Seringkali beberapa dari kita memutar saluran televisi ketika film atau acara yang kita tonton diinterupsi oleh i...
Menjadi Insan Advertising

Seringkali beberapa dari kita memutar saluran televisi ketika film atau acara yang kita tonton diinterupsi oleh iklan, tanpa menyadari bahwa iklan dapat menjadi profesi yang menjanjikan bagi masa depan. Dalam perkuliahan dasar – dasar perilklanan dijelaskan bahwa kegiatan periklanan sudah dilaksanakan sejak zaman peradaban Yunani kuno dan Romawi kuno (Eddy, 2009). Tujuan dasar iklan pada awalnya adalah untuk membantu kelancaran jual – beli dalam masyarakat. Namun sekarang dapat kita lihat bahwa periklanan telah menjadi salah satu profesi yang berpotensi untuk meraih keuntungan yang tidak sedikit. Berbicara mengenai keuntungan,salah satu acara di trans TV dapat meraup Rp. 5,5 juta dengan pemasangan iklan hanya selama 30 detik (www.kaskus.us).



Tampilan iklan pada awalnya menggunakan media cetak sebagai salurannya, sebelum ditemukannya media elektronik dan media baru (internet). Ketika mesin cetak ditemukan oleh Johann Guttenberg (1450), iklan mulai digunakan untuk kepentingan komersial. Sekarang (2010), setelah telah ditemukan media elektronik yakni televisi dan radio, juga internet, ruang lingkup periklanan menjadi lebih luas lagi. 

Iklan bersifat fleksibel, karena itu periklanan juga sudah merambah ke dunia politik sekarang ini. Contoh paling nyata dapat kita lihat ketika pemilihan presiden (pilpres) ataupun pemilihan kepala daerah (pilkada). Iklan yang muncul di media cetak maupun elektronik sudah tidak dapat dihitung lagi frekuensi tampilannya. 

Pada angkatan 2007, peminatan periklanan tampaknya menjadi peminatan paling favorit. Mahasiswa Fikom Untar. Paradigma masyarakat luas mengenai dunia periklanan terlalu sempit dengan mengatakan bahwa pekerjaan dalam dunia periklanan hanya tentang memamerkan produk dan menjualnya kepada konsumen. Pandangan tersebut dibuktikan salah dengan periklanan yang mempunyai lapangan pekerjaan sebagai berikut :

(1) Account Executive yang bertugas menjembatani antara klien suatu biro iklan dengan departemen – departemen lainnya dalam biro iklan tersebut. 
(2) Strategic Planner yang membantu departemen kreatif untuk memecahkan masalah pemasaran iklan yang sudah diproduksi.
(3) Creative sebagai ‘dapur’ daripada suatu biro iklan yang artinya proses teknis pembuatan iklan dilakukan disini. 
(4) Media yang bertanggung jawab memberikan solusi kepada klien berkaitan dengan biaya pemasangan iklan klien di media massa. 
(5) Research yang memberikan masukan kepada biro iklan mengenai perilaku konsumen.
Beberapa departemen dalam biro iklan di atas hanya segelintir dari bagian periklanan. 

Kita sebagai mahasiswa/i ilmu komunikasi tidak perlu khawatir akan ketakutan bahwa lapangan kerja akan penuh. Bukankah beberapa tulisan di atas sudah menggambarkan betapa luasnya potensi periklanan sebagai bidang tempat kita berkarir di masa depan? Jadi mulailah bermimpi dan berkarya! (Bun)

About Author

Advertisement

Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar

 
Top