Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: KPK Menindak Lanjut Kasus Buol
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Jakarta , KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap kasus suap Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Kali ...
Jakarta, KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap kasus suap Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Kali ini yang menjadi pemeriksaan adalah Dirut atau Direksi PT. Sonokeling, yaitu Romy Dharma Setyawan sebagai saksi untuk dimintai keterangannya, mengenai keterkaitan perusahaan perkebunannya dalam Hak Guna Usaha (HGU), Jakarta, (26/7). Romy merupakan anak dari Artalyta Suryani yang dikenal dengan “Ayin”, pemilik penuh terhadap perusahaan perkebunan PT. Sonokeling di Buol.
Kasus ini menyeret kembali Artalyta Suryani dalam kasus korupsi, karena diduga perusahaan perkebunannya PT. Sonokeling melakukan suap kepada Bupati Buol, Amran Batalipu yang kini menjadi tersangka dan tahanan KPK. Kasus suap mengenai Hak Guna Usaha ini adalah suatu upaya yang dilakukan setiap pemilik perusahaan perkebunan, untuk bebas dalam menjalankan operasi perusahaan perkebunannya, juga dalam penggunaan lahan. PT. Sonokeling juga diduga mendanai kampanye pada pemilihan Bupati, Amran Batalipu sebagai pemenangan untuk menjadi Bupati Buol.
Pengacara Ayin dan Romy, Nasrullah mengemukakan, “Romy sebagai Dirut dan Direksi dari PT. Sonokeling tidak pernah menyuruh bawahannya untuk mengeluarkan uang dalam permasalahan hak guna usaha”. “Bahkan, dalam pemilihan Bupati di Buol pun PT. Sonokeling tidak ada keterkaitan untuk mengeluarkan dana, untuk pemenangan terhadap salah satu kandidat Bupati di Buol”, bantah Nasrullah. Kasus suap ini tidak hanya menyeret perusahaan perkebunan PT. Sonokeling, melainkan ada perusahaan perkebunan PT. Hardaya Inplantation Plasma, kepemilikkan Hartati Murdaya yang diduga melakukan kasus yang sama ini.
KPK akan terus melanjutkan mengenai kasus ini untuk diselesaikan hingga tuntas. Kasus ini diperlukan bukti dan data-data yang komprehensif, sehingga bisa terkupas sampai ke akarnya. Saat ini KPK sudah menahan Bupati Buol Amran Batalipu serta Manager dari PT. Hardaya Inplantation Plasma Yusran Nazroni. Keterangan para tersangka dan saksi akan terus dilakukan oleh KPK untuk menuntaskan kasus ini.(Riz)
Sumber gambar : google

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top