Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: LK BEM Pusat Ke-13: Membentuk “The New Leader”
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Setiap  Universitas memiliki Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) & organisasi internal untuk   menyu...

Setiap  Universitas memiliki Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) & organisasi internal untuk  menyusun dan melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan mahasiswa. Untuk mendukung kinerja, setiap organisasi memerlukan pemimpin hebat agar mampu menjalankan roda organisasi serta merangkul semua anggota.
BEM Pusat Untar selaku induk organisasi yang membawahi organisasi internal fakultas & UKM, pada tanggal 2-4 November 2012 mengadakan acara Latihan Kepemimpinan (LK) BEM Pusat ke-13.

Acara yang bertema “You Are the New Leader” ini diikuti oleh perwakilan setiap organisasi internal fakultasi & UKM. Kegiatan yang diikuti oleh 38 peserta  ini bertempat di Hotel Wira Carita Anyer, Cilegon, Banten.
Tujuan latihan kepemimpinan ini adalah untuk mengembangkan & menggali potensi individu sebagai bakal pemimpin-pemimpin baru yang siap untuk melanjutkan tongkat estafet organisasi masing-masing. Fakultas Ilmu Komunikasi Untar diwakilkan oleh 6 peserta yaitu Febert, Satrio, Ronald, Nirma & Ester dari BEM Fikom serta Reza perwakilan Lembaga Minat & Bakat.

Perjalanan menuju lokasi dengan bus menghabiskan waktu sekitar 4 jam. Sesampainya disana peserta dipersilahkan untuk makan malam  lalu dilanjutkan dengan kontrak sosial. Hari kedua diawali dengan senam pagi. Siangnya peserta melakukan outbond. Dalam outbond, disajikan banyak permainan yang menguji ketangkasan & kemampuan individu. Acara berikutnya dilanjutkan di tepi pantai. Berbeda dari sesi sebelumnya, dalam sesi ini lebih banyak permainan yang mengutamakan kerjasama & kolektivitas kelompok.
Malamnya peserta dibekali materi bertema “Komunikasi Efektif” oleh Agus Dariyo dari Tarumanagara Adventure Club. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik komunikasi yang efektif sangatlah penting. Dalam komunikasi tidak hanya teori yang dibutuhkan ,tapi bagaimana seorang pemimpin mampu mengaplikasikannya secara praktis.

Hari ketiga dilakukan upacara penutupan  dan diadakan foto bersama. Setelah itu peserta dipersilahkan mengemasi barangnya untuk kembali pulang ke Jakarta.

Dari segi fasilitas & permainan, acara latihan kepemimpinan ini bisa dibilang memuaskan & bervariasi.  “Sangat disayangkan, tidak ada materi tentang organisasi atau kepemimpinan lebih dalam,” ujar salah seorang peserta. Jeerial Pratama, selaku ketua acara menyatakan, acara ini memang sengaja didesain dengan banyak permainan agar peserta bisa langsung merasakan praktek ke lapangan “Kalau teori-teori (tentang organisasi & kepemimpinan) seperti itu kalian akan dapatnya di LK MM nanti.” ujarnya.

 Praktik kepemimpinan dengan turun langsung ke lapangan memang penting sebagai bentuk aplikasi nyata. Hal tersebut akan lebih mantap bila didukung dengan pembekalan teori untuk  membentuk karakter peserta. (rez)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top