Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Seutas Tali, Tarik Bersama
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Bangku penonton nampak sepi dan hanya diisi para peserta. Suasana siang hari di G elanggang O...

Bangku penonton nampak sepi dan hanya diisi para peserta.

Suasana siang hari di Gelanggang Olah Raga Untar 1 tampak sepi. Tidak terlihat adanya spanduk atau atribut lainnya yang menyatakan adanya perhelatan acara. Hanya baju lembaga merah maroon bergaris jingga milik BEM FIKom Untar tampak mondar-mandir. Acara anual Piala Dekan dan Pudek 2014 tengah berlangsung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara bertema olahraga ini sepi pengunjung. 

Udara yang panas membuat para mahasiswa kian tidak betah untuk berlama-lama duduk di dalam. Apalagi setelah pertandingan final voli, terlihat orang-orang mulai meninggalkan GOR.

Dari wajah para panitia terlukiskan raut kecewa karena acara semakin sepi. Namun tepat pukul 13.00 WIB GOR mulai terlihat ramai kembali. Ternyata para penonton yang juga peserta lomba hanya keluar sebentar untuk meghirup udara segar.

TALI SOLIDARITAS
Panitia pun kembali bersiap. Seutas tali nan panjang dan tebal dibentangkan di lantai GOR, digerumuti para peserta. Kedua kubu mulai terbentuk, berbaris spiral layaknya pilinan tali. Sementara panitia menjelaskan aturan main, tali setebal genggaman tangan orang dewasa itu diangkat kedua kubu. Menunggu aba-aba, para peserta bersitegang ditengahi seorang panitia yang bertindak sebagai wasit. Sampai peluit ditiup dan ya, pertandingan tarik tambak dimulai.

Tarik-menarik terjadi antara kubu 2011 lawan 2013. Menang mudah, 2011 keluar sebagai juara. 

Peserta 2013 yang sebagian besar adalah panitia acara sendiri, sayangnya terlihat kurang bersemangat. Di samping pemain yang ikut kebanyakan mahasiswi.

Babak kedua tarik tambang mempertemukan kubu alumni dan 2012. Didorong semangat yang besar dari teman-teman seangkatan, 2012 terlihat bersemangat dan sumringah. Tanpa ‘ba-bi-bu’ lagi, tali tambang diangkat. Kedua kubu pasang ancang-ancang. Seketika peluit berbunyi, otot-otot langsung kontraksi. Alumni tak mau kalah. Namun apa daya, pertandingan berakhir dengan kemenangan berpihak pada 2012.

Pertandingan semakin memanas. Tangan-tangan peserta masih memerah, namun babak final menanti di depan mata. Langsung saja, pemenang babak satu dan dua diadu. Pendukung 2012 kembali memberikan semangat kepada teman-temannya yang bertanding. Dari wajah mereka terpancar rasa percaya diri bahwa mereka akan menang. Dan memang benar. Akhirnya merekalah yang menang. Sorak gembira dari angkatan 2012 berbarengan dengan bunyi peluit panjang wasit, pertanda lomba telah usai.

Peserta tarik tambang berfoto bersama.
Lomba usai dan anak angkatan 2012 dinobatkan sebagai juara bertahan Tarik Tambang. Berkesempatan menang lagi ternyata tak lantas membuat mereka terlena puas. Terdengar komentar salah satu anak angkatan 2012 yang menyatakan, “seruan tahun kemarin ya!”

Pertandingan ini tidak memakan waktu lama. Namun menang dan kalah tetap dapat terlihat. Dalam hitungan detik bisa saja kalian dinyatakan sebagai pihak yang menang dan kalah. Akan tetapi, dari semua itu yang terpenting adalah partisipasi dalam meramaikan acara Piala Dekan dan Pudek 2014.

“Walaupun banyak kekurangan dalam menyelenggarakan lomba tarik tambang ini, dimana tidak ada partisipasi dari mahasiswa angkatan 2014. Sampai saya sendiri yang harus menyuruh atau sedikit memaksa orang untuk ikut dalam lomba tarik tambang, namun secara keseluruhan acara ini cukup menghibur,” ujar Steffi Torentika selaku panitia penyelenggara acara.

Tarik Tambang adalah jenis olahraga fisik yang memanfaatkan pilinan tali tebal dan panjang. Seutas tali sederhana, namun menyimpan semangat dan solidaritas kelompok. Mari tarik, tarik, tarik! Tarik bersama!

Penulis             : Silviani Shi
Editor              : Silviana Dharma

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top