Fransisca, 19, mahasiswi Psikologi Universitas Atma Jaya yang sering menggunakan jasa KRL ke arah Bogor mengatakan," Saya tidak setuju, untuk apa harga naik jika fasilitas masih kurang memadai. Malah stasiunnya sendiri sekarang bisa dibilang penuh sama orang jualan, seperti pasar tumpah,"
Namun tidak semua orang kontra atas rencana kenaikan ini, Laura, 21, mahasiswi Hubungan Internasional IISIP ini setuju saja dengan kenaikan harga KRL,"Saya kasihan melihat para pekerja di kereta, dengan harga tiket yang murah, paling gaji mereka berapa sih. Fasilitas juga ga usah deh dibagus-bagusin, yang penting keretanya tepat waktu aja."
Linawati, 50, seorang pegawai asuransi yang juga seringkali menggunakan jasa KRL dari Bogor ke Jakarta menyatakan dirinya setuju terhadap rencana kenaikan harga KRL ini, "Buat saya tidak masalah harga naik, asalkan mutunua ditingkatkan, kalau bisa ada koordinasi di setiap gerbong supaya tidak terlalu berdesak-desakan."
Dalam setiap keputusan pasti timbul pro dan kontra. Semoga dengan adanya rencana kenaikan ini dapat memberi dampak positif bagi para pengguna KRL disertai peningkatan fasilitas kereta itu sendiri.
Oleh: Chrestella
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.