Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Hasil Diskusi Planning Journalism & Public Relation
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Dalam sesi focus disscusion group (FGD) Seminar Nasional “ Career Planning Journalism & Public ...
Dalam sesi focus disscusion group (FGD) Seminar Nasional “Career Planning Journalism & Public Relation" Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, para delegasi mencari solusi tentang dua tema besar yang diberikan dalam diskusi yaitu, “Mengapa PR yang melingkupi image perusahaan tapi didorong untuk menjual, dan, mengapa dunia PR lebih suka mendidik lulusan disiplin lain secara instan”. Dari sisi jurnalistik muncul tema  “Media lebih senang mendidik jurusan disiplin lain ilmu juralistik daripada lulusan jurnalistik murni yang menguasai satu bidang”. Berikut adalah hasil diskusinya:

HASIL PANELIS PUBLIC RELATIONS:
Bidang Sistem Akademis dan Kurikulum
A. Dibutuhkan integrasi pendidikan dasar jurnalitstik dalam sistem pendidikan public relations
B. Dibutuhkan cakupan pendidikan yang luas agar kelak mahasiswa dapat fleksibel dalam menghadapi dunia kerja
C. Dibutuhkan integrasi program magang ke dalam sistem pendidikan public relations

Wadah Pelatihan Mahasiswa
A. Dibutuhkan badan mahasiswa yang secara spesifik mengurus masalah public relations
B. Lingkup kerja badan mahasiswa tersebut antara lain menyelenggarakan kuliah praktisi, lomba, latihan praktis, serta menciptakan relasi dengan berbagai pihak terkait
C. Dibutuhkan birokrasi yang fleksibel dan transparan dari pihak kampus untuk mengakomodasi badan mahasiswa tersebut
D. Salah satu lingkup kerja paling penting dari badan mahasiswa ini adalah pengadaan pendidikan PR yang lebih spesifik, misalnya PR pertambangan, PR ekonomi, dan lain-lain

Minat Mahasiswa
A. Dibutuhkan peran aktif badan mahasiswa untuk meningkatkan minat dan pemahaman mahasiswa terhadap bidang PR

Pembinaan dan Publikasi Lomba
A. Dibutuhkan ketersedian informasi mengenai lomba untuk seluruh elemen mahasiswa komunikasi yang tertarik
B. Dibutuhkan dukungan finansial dan emosional dari universitas untuk peserta lomba
C. Dibutuhkan kesempatan yang sama bagi semua mahasiswa untuk terlibat dalam lomba dan mendapatkan dukungan dari universitas

Hubungan dengan Alumni
A. Dibutuhkan pertemuan rutin dengan alumni untuk menjaga hubungan
B. Dibutuhkan database alumni yang up to date dan mudah diakses

Fasilitas
A. Dibutuhkan akses yang memudahkan mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja

Relasi dengan Perusahaan dan Praktisi
A. Praktisi dibutuhkan untuk menyampaikan kuliah diluar lingkup akademis
B. Relasi dengan perusahaan dibutuhkan dalam bidang beasiswa, akses magang, dan lain-lain

Apresiasi terhadap Prestasi Mahasiswa
A. Dibutuhkan sistem yang mengapresiasi prestasi mahasiswa melalui publikasi prestasi lewat berbagai media seperti web, spanduk outdoor, dan lain-lain.

HASIL PANELIS JURNALISTIK

Kesimpulan:
1. Minat mahasiswa sangat rendah, sehingga iklim belajar kurang termotivasi
2. Banyak alumni ilmu komunikasi masih kurang di pandang di dunia kerja. Sehingga banyak jurusan di luar komunikasi masuk dan menjadi profesi di komunikasi. Kecenderungan ini di karenakan:
• Mahasiswa cenderung kurang berperang aktif,
• Acara-acara seminar dan praktisi masih dibutuhkan pada masa kekinian
• Masih belum berimbangnya teori dan praktek di lapangan sehingga perlu pembenahaan kurikulum
• Perlu upgrading bagi para pengajar/dosen

Solusi:
1. Pihak kampus lebih membuka dan memfasilitasi relasi antara praktisi dengan mahasiswa karena pihak kampus pun sebetulnya terdiri dari orang-orang senior yang juga memiliki jaringan dan relasi keluar yang profesional. Dengan kata lain, dosen pun mampu memberi warisan relasinya kepada mahasiswa sehingga mahasiswa pun juga mampu menjalin relasi dengan para praktisi secara langsung dan memanfaatkan relasi yang ada sesuai dengan kebutuhan.

2. Dosen lebih bersifat sebagai fasilitator dan moderator ilmu dimana dosen tetap membekali teori dasar namun dari segi praktek dan teori aplikatif lebih berkiblat pada para praktisi yang pada dasarnya telah melakoni jurnalisme lapangan dalam kurun waktu lama.

3. Literasi ilmu lebih dikembangkan ke arah interdisipliner dimana ilmu jurnalistik dari ranah studi komunikasi tetap menjadi fondasi atau kacamata utama namun tetap terbuka terhadap segala bentuk insight dari ilmu lain.

4. Pembelajaran melalui praktek lebih difokuskan dimana dapat terakomodir dari bentuk ‘ekstrakulikuler’ seperti pers mahasiswa maupun magang di media-media baik yang terjalin dalam relasi kampus maupun tidak.

5. Teori-teori yang diberikan dalam kuliah pada dasarnya tetap dibutuhkan, namun perlu diberikan update sehingga lebih bersifat terapan atau praktis yang dinamis sesuai dengan perkembangan kondisi lapangan saat ini. Jadi perlu adanya pembaharuan literasi secara rutin dan konsisten.

 
Hasil diskusi ini merupakan sudut pandang dari mahasiswa yang mersakan pengajaran selama berkuliah di jurusan komunikasi, sekaligus juga dapat menjadi bahan masukan bagi Universitas yang memiliki jurusan Komunikasi untuk pedoman dalam mengatur sistem kurikulum pengajaran.

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top