Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Hari Kedua Pemilu Raya, BEM dan DPM Sukses Melakukan Suksesi Kepemimpinan
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Satrio kembali mengungguli perolehan suara akhir Pemilu Raya BEM Fikom Untar, setelah sebelumnya unggul telak pada hari pertama. Dengan has...
Satrio kembali mengungguli perolehan suara akhir Pemilu Raya BEM Fikom Untar, setelah sebelumnya unggul telak pada hari pertama. Dengan hasil resmi ini, maka satrio dipastikan menjadi ketua BEM Fikom Untar periode 2013/2014.

Dalam Pengitungan suara yang dilakukan di selasar lantai 12, Gedung Utama Untar pada Jumat 13 Juni 2013, Satrio berhasil menyisihkan para kandidat lainnya. Dari total suara yang masuk selama dua hari, tercatat  439 mahasiswa yang menggunakan hak suaranya dimana Satrio menempati urutan pertama dengan 259 suara, diikuti Jessica Bernadetta dengan 95 suara, Ivander Elffindy dengan 64 suara serta 21 suara yang tidak sah.

Dengan demikian, lembaga inti mahasiswa Fikom Untar telah sukses melakukan suksesi kepemimpinan setelah sebelumnya Silviana Dharma yang maju sebagai calon tunggal DPM Fikom Untar, terpilih otomatis sebagai ketua DPM Fikom Untar periode 2013/2014.

Tidak tampak Silviana Dharma dalam pengumuman pemungutan suara Pemilu Raya . Sementara Elwi Gito, ketua BEM Fikom Untar periode 2012/2013, lebih memilih mengurung diri di ruang lembaga daripada menyaksikan pengitungan suara.

Satrio merasa bersyukur dengan banyaknya dukungan dan kepercayaan yang diberikan pada dirinya, tapi ia merasa harus tetap rendah diri, “Nggak boleh puas dulu sama hasil ini, soalnya perjalanan masih panjang, masih ada satu periode ke depan,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Pemilu Raya, Jesse Adam Halim dalam pidatonya mengimbau bahwa persaingan antara kandidat maupun tim suksesnya harus berhenti setelah masa kampanye dan pemilu ini berakhir. Setelah itu kita harus saling bahu-membahu demi kemajuan Fikom Untar yang lebih baik, “Pemilu ini adalah milik Fikom bersama, bukan milik satu kelompok atau golongan. Karena bersama tak harus sama” (rez)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top