Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Catatan dari Makassar: Media Sosial dan Gaya Hidup (2)
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Sesi foto bersama Hari kedua DJTL diadakan di Gedung Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia ...
Sesi foto bersama
Hari kedua DJTL diadakan di Gedung Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) yang bertempat di Jalan H.A. Mappanyukki No.32, Makassar. Segera setelah memasuki gedung ini, para peserta langsung diperlihatkan koleksi foto dan buku yang sarat nilai kawasan timur Indonesia.

Tak lama menunggu, para peserta langsung diajak ke salah satu ruangan di gedung ini untuk menerima materi pertama. Temanya "media sosial dan lifestyle". Wicaksono, seorang mantan wartawan Tempo diberi mandat untuk memberikan materi ini.

Dalam sesi yang berlangsung sekitar 2 jam, Wicaksono berbicara banyak mengenai dampak media sosial terhadap pola konsumsi media. Dia mencontohkan waktu orang yang semakin sedikit dalam konsumsi media konvensional tetapi melonjak ketika berkaitan dengan media baru (new media). “Dalam statistik, rata-rata orang mengkonsumsi media cetak selalam 30 menit per hari. Sedangkan konsumsi media online (daring) rata-rata 3 jam per hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wicaksono yang juga mantan pengiat Persma Balairung di Universitas Gajah Mada ini menyarankan bagi rekan-rekan Persma (Pers Mahasiswa) untuk beralih ke media baru. “Tren telah menunjukkan perubahan pola konsumsi media,” ujarnya.

Di sisi lain, Juminah, salah satu peserta DJTL dari UIN Alauddin menyorot perubahan relasi interpersonal akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Dia mencontohkan bagaimana teman-teman di kampusnya yang terlihat asyik dengan dunia sendiri dan tidak peduli pada kondisi lingkungan di sekitarnya. Hal ini juga diamini oleh Wicaksono dengan pepatah “media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”

Sesi ini diakhiri dengan penyerahan songket khas Sulawesi Selatan secara simbolik oleh salah satu peserta DJTL dan foto bersama. Taufiq, peserta DJTL dari UIN Imam Bonjol Padang mengatakan bahwa materi ini menarik untuk dibahas. “Media massa harus bisa menandingi media sosial dalam pemberitaannya,” tutup pria yang juga menjabat sebagai koordinator liputan di suarakampus.com ini.(WIL)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top