Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Debat Capres-Cawapres 2014, Prabowo: Pemerintahan Bebas Korupsi, Jokowi: Demokrasi dengan Dialog (1)
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Pada Senin ( 9 /6), sebulan menuju P ilpres 201 4 , debat Capres-Cawapres pertama digelar di Balai Sarbini . T ema dari debat ini adalah ...
Pada Senin (9/6), sebulan menuju Pilpres 2014, debat Capres-Cawapres pertama digelar di Balai Sarbini. Tema dari debat ini adalah Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum. Debat pertama ini dimoderatori oleh Zainal Arifin Mochtar, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM). Pertanyaan yang diajukan kepada para kandidat merupakan pertanyaan dari berbagai sumber seperti kementerian, lembaga, LSM dan individu yang diformulasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Debat yang terdiri dari enam sesi ini dimulai dengan pemaparan visi dan misi yang dianggap paling utama terkait dengan tema debat. Pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta menyoroti agenda implementasi demokrasi, pendidikan politik, agenda pemberantasan korupsi, pembangunan pemerintahan yang bersih, dan kesetaraan hukum.

“Kami, Prabowo-Hatta berkomitmen akan bekerja sekeras tenaga untuk mencapai pemerintahan yang bersih dari korupsi dan untuk menjamin kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia dan dengan demikian melestarikan demokrasi yang pada ujungnya akan membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia,” ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

“Pemerintahan Prabowo-Hatta akan memastikan bahwa hukum akan memperlakukan setiap warga negara secara setara di depan hukum,” tambah Hatta Rajasa.

Pasangan kedua, Jokowi-JK menyoroti agenda demokrasi dengan dialog, pembangunan sistem pemerintahan yang bersih, rekrutmen pejabat publik yang berorientasi kemampuan, dan kepastian hukum.
“Demokrasi menurut kami adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Oleh sebab itu, kenapa setiap hari kami datang ke kampung - kampung, datang ke pasar – pasar, datang ke bantaran sungai, datang ke petani, datang ke pelelangan ikan. Karena kami ingin mendengar suara rakyat,” ungkap mantan walikota Surakarta tersebut.

“...Institusi hukum harus kita perkuat dengan baik. KPK sebagai unsur yang kuat menjaga negara dari korupsi harus diperkuat, jangan penyidik hanya 60 dan sebagainya,” tegas Jusuf Kalla.(maria/willy)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top