Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Sesi Ketiga: Kemiskinan dan Pengangguran, Jokowi: Pembangunan Sistem, Prabowo: Sektor Pertanian
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Pada sesi ketiga Debat Capres 2014, setiap kandidat diberi kesempatan menanggapi pertanyaan yang di...
Pada sesi ketiga Debat Capres 2014, setiap kandidat diberi kesempatan menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh moderator. Pertanyaan pertama menyoroti masalah kemiskinan dan pengangguran padahal anggaran yang digelontorkan untuk menanggulanginya terbilang besar. Selain itu, setiap kandidat diminta untuk memaparkan langkah ke depan yang akan dilakukan jika terpilih dalam hal ketenagakerjaan dan pengupahan.

Jokowi menilai masyarakat terutama dari kalangan bawah membutuhkan program khusus. Capres nomor urut dua ini memperkenalkan program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Selain itu, capres kelahiran Surakarta itu menekankan pada pembangunan sistem.

“menganggarkan larinya bisa kemana-mana, tetapi kalau sistemnya yang dibangun itu akan memberikan bahwa anggaran itu sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan pentingnya pemerataan investasi dan pembangunan infrastruktur. Mengenai pengupahan menurutnya, sikapnya sewaktu dia menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta sudah jelas. Dia mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya yang menaikan upah hingga 44% pada saat itu.

Berbeda dari itu, capres nomor urut satu, Prabowo Subianto menekankan pembangunan pada sektor pertanian. Menurutnya, pertanian dapat menyerap tenaga kerja yang banyak serta memberikan hasil dalam waktu yang singkat. Capres kelahiran Jakarta itu mencontohkan bahwa setiap hektar pertanian dapat menyerap enam tenaga kerja dari hulu ke hilir. Lebih lanjut, dia menjanjikan dua juta hektar lahan sawah baru dan dua juta hektar untuk bioetanol yang dibangun dari hutan yang rusak. Melalui program ini, mantan panglima kostrad itu mengklaim dapat meningkatkan upah sekaligus mengurangi pengangguran.


“. . . Indonesia harus meningkatkan produktivitasnya. Kita tidak bisa hanya kerja sedikit-sedikit, kita harus berpikir besar dengan strategi yang besar untuk kita mencapai hasil-hasil yang besar” ujarnya.(willy)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top