Home
»
Dari Redaksi
»
DJTL
»
Event dan Kegiatan
» Catatan dari Makassar: Menelisik Budaya Sulawesi Selatan (1)
Oranye kali ini berkesempatan
mengikuti Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) yang diselenggarakan oleh
Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Universitas Negeri Makassar,
Profesi setelah perwakilannya dinyatakan lolos seleksi. DJTL ini diadakan sejak
Rabu (7/5) hingga Sabtu (10/5). Para peserta yang merupakan perwakilan dari
berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di seluruh Indonesia digembleng dengan
berbagai materi serta diskusi sesuai dengan tema DJTL ini, yaitu “Ancaman Media
Sosial Terhadap Verifikasi Media Massa.”
Hari pertama DJTL dibuka dengan
acara penyambutan peserta. Bernuansakan suasana luar ruang dengan ditemani
pencahayaan obor, para peserta disuguhi tarian khas dari Sulawesi Selatan yaitu
Tari Paddupa. Selain itu, penari juga mengenakan pakaian khas Sulawesi Selatan,
yaitu Baju Bodo. Tari Paddupa memang merupakan tarian yang sering dimainkan
dalam acara pembukaan untuk penyambutan tamu.
“Tari Paddupa itu tari penyambutan tamu raja pada zaman Raja Gowa.
Sampai sekarang, Tari Paddupa disuguhkan dalam setiap acara pembukaan untuk
penyambutan tamu," ungkap Yeni, koordinator acara DJTL.
Pada hari kedua, para peserta langsung diberi materi seputar
media sosial dan verifikasi dari dua narasumber yaitu, Wicaksono dan Heri
Susanto. Keduanya merupakan mantan wartawan dari Tempo. Ketika siang menjelang,
para peserta disuguhi makan siang dengan menu khas Kota Makassar, yaitu coto.
Coto merupakan makanan berkuah penuh rempah-rempah dengan
isi daging sapi serta ketupat. Tidak ada alasan khusus panitia menyajikan coto.
Tetapi Lastri, koordinator konsumsi DJTL mengakui bahwa coto memang merupakan
makanan khas Kota Makassar. “Coto sudah ada sejak zaman Kerajaan Somba Opu.
Coto terkenal dengan rempah-rempahnya yang komplit,” ungkapnya.
Beragam budaya dari seluruh pelosok Indonesia mulai dari tarian, baju, ritual hingga kuliner menjadikan Indonesia sebagai negara yang menarik dan tak habis-habis untuk dieksplorasi. Jadi kenapa harus jalan-jalan ke luar negeri?(WIL)
About Author

Advertisement

Related Posts
- Media Alternatif Wajah Baru Oranye "OZONE"26 Nov 20140
Normal 0 false false false IN KO X-NONE ...Read more »
- Catatan dari Makassar: Media Sosial dan Gaya Hidup (2)16 May 20140
Sesi foto bersama Hari kedua DJTL diadakan di Gedung Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (...Read more »
- Basket Piala Dekan dan Pudek 201424 Nov 20140
Normal 0 false false false IN KO X-NONE ...Read more »
- Serunya Futsal Piala Dekan dan Pudek 201424 Nov 20140
Normal 0 false false false IN KO X-NONE ...Read more »
- UNTAR GOES TO GLOBAL ENTREPRENEUR WEEK SUMMIT INDONESIA 201422 Nov 20140
Jumat (21/11/2014), Universitas Tarumanagara diundang secara khusus untuk hadir dalam acar...Read more »
- Marco Kusumawijaya: Masih Banyak Persoalan yang Tidak Dapat Diselesaikan Negara07 Nov 20140
Jakarta – MNC TV mengadakan malam penganugerahan untuk para kandidat MNCTV “Pahlawan untuk Indo...Read more »
- Buletin Perdana Oranye | Jangkar 001/November/201428 Nov 20140
Jangkar_BuOranye by Weare Oranye Fikom UntarRead more »
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.