Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Penyederhanaan Bahasa
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
sumber: keepcalm-o-matic.co.uk Seminggu ini topik vickynisasi menjadi pembicaraan hangat. Buk...
sumber: keepcalm-o-matic.co.uk
Seminggu ini topik vickynisasi menjadi pembicaraan hangat. Bukan hanya di media sosial tetapi merambah hingga media arus utama. Topik ini bermula dari wawancara yang dilakukan media massa kepada kekasih Zaskia Gotik yaitu Vicky Prasetyo yang diduga terlibat kasus penipuan. Tetapi bukan kasus penipuan yang membuat wawancara ini menjadi bahan pembicaraan melainkan gaya berbahasa Vicky yang menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami. Misalnya “konspirasi kemakmuran” atau “labil ekonomi”.

Sebenarnya penggunaan bahasa yang “gado-gado” seperti yang dilakukan Vicky sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita. Penggunaan Bahasa Indonesia yang kacau dengan bahasa asing seolah-olah menciptakan kesan profesional atau terpelajar bagi para pendengarnya. Padahal sesungguhnya dalam ilmu komunikasi, suatu komunikasi dikatakan efektif apabila sang penerima pesan memiliki pemahaman yang sama dengan sang pemberi pesan. Tidaklah tepat jika dikatakan seseorang adalah ahli berkomunikasi jika kata-kata yang digunakan menggunakan istilah ini-itu apalagi bercampur dengan istilah bahasa asing. Tetapi, bagaimana seseorang bisa menyederhanakan kalimat sulit agar bisa dimengerti bahkan oleh anak-anak sekalipun, itulah inti dari ilmu komunikasi.

Ilmu komunikasi menuntut seorang komunikator (pengirim pesan) mampu “membungkus” pesan secara baik sehingga dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca. Pemahaman penerima pesan inilah yang ingin dicapai pertama kali seorang komunikator. Pemahaman menjadi langkah awal bagi pengiklan mempengaruhi orang untuk membeli produk klien mereka. Pemahaman ini adalah tujuan sebuah berita dibaca atau ditonton. Pemahaman inilah yang berusaha dicapai oleh praktisi PR dalam membangun citra perusahaannya. Bukan dengan istilah rumit, tetapi penyederhanaan.

Menurut Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Heri Widodo, M.Psi, seperti dilansir oleh liputan6.com, orang seperti Vicky dapat dikatakan memiliki kepribadian manipulatif. Lanjutnya, terdapat dua jenis orang dengan kepribadian manipulatif yaitu orang yang rendah diri dan orang yang cerdas. Hemat saya, cara berbicara Vicky yang menggunakan istilah-istilah rumit merupakan suatu isyarat komunikasi tersendiri terlepas dari apa yang dikatakan. Penggunaan istilah untuk meningkatkan harkat justru merupakan isyarat adanya rasa rendah diri. Rasa rendah diri atau minder yang membuatnya justru ingin tampil dan muncul di publik sebagai orang yang terpelajar. Singkatnya, istilah yang digunakan merupakan penyederhanaan dari rasa rendah diri yang dimilikinya.(wil)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top