Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Fikom Expo 2010 Ditutup dengan Manis
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Antara Gaya Hidup, Gaya Penulisan dan Gaya – gayaa n Fakultas ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara ( Fikom Untar ) mengadakan acara Fi...
Antara Gaya Hidup, Gaya Penulisan dan Gaya – gayaan

Fakultas ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara ( Fikom Untar ) mengadakan acara Fikom Expo yang  berlangsung selama empat hari. Pada hari terakhir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom Untar bekerjasama  dengan koran Oranye mengadakan sebuah acara yang bertajuk “ Antara Gaya Hidup, Gaya Penulisan dan Gaya – gayaan” . Acara yang diadakan tanggal 6 Mei 2010 ini dikemas dalam bentuk sebuah talkshow dengan menghadirkan Samuel Mulia sebagai pembicara dan Ita Sembiring sebagai moderator. Samuel Mulia merupakan seorang jurnalis lepas di beberapa majalah dan mengasuh kolom parodi di kompas minggu.Saat ini ia bekerja di bidang publishing and brand consultant.
Santai, lugas dan berani menjadi ciri khas tulisan seorang Samuel Mulia. “ Tulisannya pedas walaupun orangnya begitu lemah gemulai dan religius” demikian komentar Ita Sembiring, sang moderator yang juga seorang penulis novel terkenal. Saat ditanya mengapa cara menulis yang bagus sehingga bisa seperti seorang Samuel Mulia. Ia memaparkan bahwa tulisan seseorang tumbuh dari akumulasi perjalanan hidup sang penulis. Tulisan yang mengandung sarkasme dan menjatuhkan orang itu tumbuh dari perjalanan hidup  penulisnya yang tidak bagus juga.
Mas Sammi, demikian panggilan akrab untuk pria berusia 47 tahun ini memberikan beberapa saran agar bisa menulis dengan santai dan baik. Ia menjelaskan bahwa kita harus mem-value diri kita sendiri, menjadi diri kita sendiri. Ia juga mengatakan bahwa bakat memang harus ada, namun latihan juga perlu. “Apabila setelah latihan ternyata memang tidak sesuai maka tinggalkan saja, karena memang bidangnya bukan disana” ujarnya.
“Pengadilan seorang jurnalis adalah hati nuraninya” pesannya. Ia menekankan bahwa bukan masalah bagaimana gaya penulisan seorang penulis, namun yang penting adalah objektifnya, tujuan si penulis. Ita Sembiring juga menambahkan bahwa kesederhanaan sebuah tulisan bukanlah nistaan. Samuel menghimbau para peserta agar jangan memanipulasi tulisan karena suatu hari pembaca akan datang dan menanyakan apa yang ditulis.
Pria kelahiran Denpasar, Bali ini mempunyai filosofi bahwa jiwa dan roh itu tidak akan pernah hilang, sekalipun tubuh daging seseorang dibunuh karena ketidaksukaan akan perbedaan pandangan, agama, dan lain – lain, namun tetap tidak akan dapat membunuh keyakinan dan keteguhan hatinya. Melalui filosofi hidupnya, ia mendorong mahasiswa agar punya value yang tidak bisa dimatikan orang lain.
Mas Sammi mengakhiri diskusi dengan sebuah analogi. Ia mengilustrasikan penulis sebagai sebuah spons. Penulis harus menjadi spons yang kering dan masuk dalam air, jangan menjadi spons yang sudah basah karena daya serapnya menjadi berkurang. Intinya adalah penulis harus menjadi orang yang terbuka dan jangan menghakimi. Menulis tidak boleh dibatasi. Ia mengulang kembali beta[pa pentingnya jiwa seorang penulis dalam memengaruhi tulisan. Tulisan mencerminkan siapa penulisnya, oleh karena itu sangat diperlukan detoksifikasi jiwa, yakni pembersihan dan pemurnian jiwa seorang penulis. (Rudy Bun).

About Author

Advertisement

Posting Komentar

  1. fikomuntar.blogspot.com atau koranoranye.blogspot.com ya ini??

    BalasHapus
  2. Tak hanya memberikan ilmu, dan uneg-uneg tentang menulis. Om Sam juga memberi saya motivasi dan inspirasi. God speaker than a motivator or all of speakers who I hear...

    BalasHapus
  3. fikomuntar.blogspot.com dikelolah oleh tim multimedia Oranye. Salah satu bentuk konvergensi media yang dilakukan Oranye.

    BalasHapus
  4. hmm berarti seharusnya isi dari review acara2 fikom expo bobotnya sama ya, gak cuma menonjolkan koran oranye aja.

    soalnya kalo yang dari gw baca dari review hari pertama ampe terakhir yang paling detail dan dijelaskan panjang cuma acara hari terakhir deh.

    BalasHapus

 
Top