Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Bhineka Tunggal Ika di Fikom Untar
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Indonesia merupakan salah satu negara dengan suku bangsa dan etnis paling beragam di dunia. Dari S...

Indonesia merupakan salah satu negara dengan suku bangsa dan etnis paling beragam di dunia. Dari Sabang sampai Merauke, terdapat ratusan suku bangsa dan etnik serta bahasa yang berbeda-beda satu sama lainnya. Perbedaan tersebut disatukan dalam satu dasar negara yakni Pancasila yang tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika di kaki Garuda Pancasila.

Keberagaman suku bangsa ini terlihat di Universitas Tarumanagara khususnya Fakultas Ilmu Komunikasi. Hal itu terlihat dari beragamnya asal daerah mahasiswa/i Fikom Untar. Tidak hanya dari daerah sekitar Jakarta saja, para mahasiswa Fikom juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Perbedaan ini menimbulkan satu pertanyaan, bagaimana cara kita menyikapi perbedaan tersebut?

Justru karena perbedaan tersebut harusnya kita bisa lebih saling menghargai dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia, Semuanya kembali lagi kepada diri kita sendiri, apakah tingkah laku kita sudah mengacu pada semboyan (Bhineka Tunggal Ika) tersebut?” terang Andy Corry, salah seorang Dosen Pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi universitas Tarumanagara.
Andy Corry

Lebih lanjut, Dosen yang juga mengasuh Mata Kuliah Filsafat Komunikasi dan Komunikasi Antar Pribadi ini mengatakan bahwa mahasiswa dewasa ini dituntut untuk berpikir kritis sehingga isu-isu yang belum pasti kebenarannya tidak menjadi provokasi.

Florencia, salah satu Mahasiswi Fikom Untar yang berasal dari Nusa Tenggara Timur tepatnya Pulau  Flores menyatakan bahwa, toleransi antar mahasiswa baik yang pendatang maupun yang berasal dari Jakarta merupakan kunci dapat terjalinnya hubungan yang harmonis. Dia mengaku tidak kesulitan untuk bersosialisasi dengan mahasiswa Fikom Untar. Lebih lanjut lagi, Mahasiswi angkatan 2011 ini mengatakan tidak pernah merasa didiskreditkan oleh teman seangkatan, senior maupun dari dosen pengajar karena asalnya yang berbeda.

Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Mahasiswi yang akrab disapa Cha-cha ini menyarankan mahasiswa/i baru yang berasal dari luar Jakarta untuk mempelajari budaya Jakarta namun tidak meninggalkan jati dirinya. Senada dengan Cha-cha, Mahasiswa Fikom Untar lainnya, Andrew Aditya Chandra menambahkan mahasiswa/i baru sebaiknya bergaul dengan berbagai macam orang agar mampu menghadapi dunia global. Andi Corry menutup dengan pepatah “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” yang berarti dimanapun kita berada kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Saatnya Bhineka Tunggal Ika diamalkan dalam tindakan nyata. Perbedaan seharusnya disikapi dengan bijak sebagai salah satu kekuatan bangsa. Bukan dipahami secara sempit dengan mengkotak-kotakan seseorang berdasarkan suku, agama dan ras. “ Tidak ada satu budaya yang lebih superior atau inferior” tutup Cha-cha. (Willy/Jeje)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top