Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Wawancara Khusus Hari Batik Nasional
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Hari ini, tanggal 2 Oktober 2013 merupakan Hari Batik Nasional. Sejak ditetapakan oleh UNESCO seba...
Hari ini, tanggal 2 Oktober 2013 merupakan Hari Batik Nasional. Sejak ditetapakan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi milik Indonesia, Batik telah menjadi ciri khas budaya Indonesia. Kali ini, Oranye akan menyajikan wawancara dengan salah satu dosen Fikom Untar yang kesehariannya sering menggunakan batik, yaitu Doddy Salman. Ditemui di sela-sela kegiatan mengajarnya, Doddy bercerita banyak tentang batik.

Doddy Salman
Seberapa sering Anda menggunakan batik?
Sekitar 3-4 kali seminggu dan untuk acara formil.

Apa makna batik dimata Anda?
Batik adalah hasil dari produk indonesia, ciri khas. Setiap wilayah punya batik. Batik cocok dengan iklim Indonesia dibandingkan dengan jas. Tidak cuma di Indonesia, di luar juga ada yang bangga dengan batik. Salah satu orang luar yang bangga dengan batik adalah Nelson Mandela. Kalau ke Indonesia suka menggunakan batik. Waktu itu dikasih batik oleh Pak Soeharto.Maka, kalau mau pilih duta internasional untuk Batik, Nelson Mandela cocok.

Malaysia sempat mengklaim batik sebagai budaya mereka, tanggapan Anda?
Mungkin Malaysia punya batik sendiri, kita juga tidak tahu. Karena kakek moyang Malaysia yang merupakan orang indonesia juga banyak. Persoalan ini lebih condong ke aspek hukum. Saran saya, segala sesuatu yang berkaitan dengan hak cipta harus segera didaftarkan, didokumentasikan. Karena, prinsip hukum hak cipta adalah siapa yang pertama kali mendaftarkannya.

Banyak anak muda Indonesia yang tidak peduli terhadap batik di Indonesia, tanggapan Anda?
Batik saat ini dapat diaplikasikan dalam banyak hal, seperti motif batik di laptop  atau telepon gengam. Itulah yang harus dipikirkan oleh produsen batik  supaya kalangan muda tetap bisa memakai batik.

Apa pesan Anda terhadap mahasiswa agar lebih peduli batik?

Mahasiswa harus terlebih dahulu paham mengenai sejarahnya. Mahasiwa bisa datang ke tempat pembuatan batik agar tercipta rasa kepemilikan. Perlu diingat, bukan berarti kalau anda memakai batik anda nasionalis dan orang yang tidak memakai batik tidak nasionalis. Yang penting adalah tindakan. Batik hanya merupakan salah satu indikator saja.(har)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top