Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: 85 Tahun Sumpah Pemuda : Ke manakah Semangat itu?
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Sumber: http://www.mqradio.com “Buat apa sih kita belajar b ahasa Indonesia? Nggak penting bang...
Sumber: http://www.mqradio.com
“Buat apa sih kita belajar bahasa Indonesia? Nggak penting banget.”

“Bahasa Indonesia itu ribet banget. Bikin males belajarnya.”

Kalimat-kalimat itu seringkali tercetus dari mulut pelajar Indonesia, baik dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi. Bahasa Indonesia selama ini dikenal sebagai momok yang menakutkan bagi pelajar yang duduk di bangku sekolah, lantaran sulit mendapatkan nilai yang bagus. Hal itu terbukti dari nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) bahasa Indonesia yang tak pernah lebih baik daripada matematika dan bahasa Inggris. Sedangkan di perguruan tinggi, bahasa Indonesia pun tidak mendapatkan tempat di hati para mahasiswa dikarenakan berbagai alasan, mulai dari banyak aturan yang rumit, dosen tidak mengajar dengan baik, hingga, “Bahasa Indonesia itu nggak keren”.

Selain telah kehilangan banyak peminat, terutama di kalangan anak muda, bahasa Indonesia juga mengalami kemunduran terutama dalam hal kualitas. Para pengguna tidak lagi menggunakan kaidah-kaidah bahasa Indonesia secara tepat, bahkan cenderung mengabaikannya.  Hal tersebut tercermin dari berbagai aspek. Seperti kepopuleran penggunaan bahenglish (percampuran antara bahasa Indonesia-Inggris) di kalangan anak muda, penulisan buku dan novel dengan EYD yang berantakan, serta buruknya pemilihan kata oleh pers. Padahal pers atau media massa merupakan salah satu sumber utama edukasi berbahasa Indonesia yang baik dan benar bagi masyarakat.

Banyak dari masyarakat dewasa ini menyepelekan penggunaan bahasa Indonesia. Masyarakat telah melupakan fungsi esensial dari penggunaan bahasa Indonesia, yakni untuk menyatukan bangsa Indonesia yang bhinneka. Asa dari sumpah pemuda tampak hilang ditelan individualisme dan hedonisme. Kemerosotan ini tentu akan menyedihkan hati para pencetus Sumpah Pemuda yang dengan sekuat tenaga telah berusaha untuk membantu mencapai kemerdekaan. Delapan puluh lima tahun Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momen yang tepat bagi masyarakat, dimulai dari generasi muda, untuk kembali merajut persatuan melalui kecintaannya terhadap bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia di Mata Internasional

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar RI Pasal 36. Penggunaannya diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bahasa Indonesia juga disebut sebagai bahasa persatuan seperti yang tertuang dalam isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Pada saat itu penggunaan Bahasa Indonesia berfungsi untuk memberi kesadaran bahwa rakyat harus bersatu agar dapat melawan penjajah. Pada perkembangannya kini, bahasa Indonesia cukup populer di mancanegara meskipun mendapat predikat sebagai bahasa ketiga tersulit di Asia. Beberapa negara yang memiliki universitas dengan jurusan bahasa Indonesia antara lain Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan Vietnam.(mau) 

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

  1. Naah, inilah perjuangan pemuda-pemudi Indonesia sekarang. Dulu kita berperang dg kolonialisme bangsa asing yang membodohi. Kini kita berperang dengan hegemoni bangsa asing,

    Tanpa perlu menjadi etnosentris, mampukah kita, pemuda-pemudi NKRI memadukan semangat juang dalam pertumpahan darah yang satu, berbangsa yang satu dan berbahasa persatuan, INDONESIA?

    SALAM PEMUDA/I INDONESIA!

    BalasHapus

 
Top