Oranye Fikom Untar Oranye Fikom Untar Author
Title: Electric Fan Kebersamaan
Author: Oranye Fikom Untar
Rating 5 of 5 Des:
Melalui banyak hal manusia belajar. Melalui lingkungan, media, hingga permainan. Dan setiap pelajar...
Melalui banyak hal manusia belajar. Melalui lingkungan, media, hingga permainan. Dan setiap pelajaran akan menetap dalam ingatan manusia ketika terdapat suatu kesan di dalamnya.
LKMM Untar ke-37 kini telah usai. Selama 3 hari 2 malam, para peserta dari berbagai fakultas di Untar saling terhubung. Para peserta saling bersaing, namun juga berbagi dan berjuang bersama-sama.
Salah satu permainan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta ialah electric fan. Kelompok dikurung dalam batas tali setinggi kurang lebih 1 meter yang dianggap bertegangan listrik tinggi. Satu-satunya jalan keluar adalah melompati tali pembatas itu tanpa menyentuhnya. Aturannya, setiap anggota harus bergandengan tangan sampai seluruh anggota keluar dari kungkungan tersebut.
Beragam cara dilakukan peserta. Dalam kondisi terguyur hujan, satu dan atau dua orang menjadi batu pijakan bagi teman-temannya. Mereka harus merelakan punggung atau paha atau pundaknya agar temannya bisa melompat keluar pagar pembatas. Satu per satu mulai keluar. Namun perjalanan tidak semulus itu. Ketika salah seorang anggota menyentuh tali pembatas, seluruh tim harus mengulang dari awal. Berkali-kali mereka harus mengulang. Lagi dan lagi, padahal hanya tinggal satu atau dua orang lagi. Entah dari mana asalnya semangat mereka. “Tidak apa-apa,” teriak mereka. “Bisa! Bisa! Bisa! Kita bisa!”
Bobot tubuh yang besar tidak mengecilkan hati mereka. Strategi demi strategi mereka coba. Mereka yang di luar pun tidak lantas lepas tangan, mereka menopang, menengadahkan tangan-tangan untuk membantu teman mereka keluar. Sorakan terus berkumandang ketika semakin banyak anggota yang selamat. Tinggal satu anggota lagi. Semua tenang dan siap. Harap-harap cemas, namun meyakinkan bahwa mereka bisa. Kelompok 4 misalnya, Banyo (Fakultas Teknik) segera menungging di bawah tali, sebagian tubuhnya di dalam dengan kepalanya menghadap ke depan, menjadi pijakan bagi temannya Bill (Fakultas Ekonomi) yang masih tertinggal sendiri di dalam. Sementara teman-teman yang lain memegangi tangan Bill. Bill pun mulai melangkahi tali dan teman-temannya meraih kaki Bill tuk dijejakan pada pijakan yang tepat tanpa menyentuh pagar listrik. Syukurlah, mereka pun berhasil.
Rela berkorban, saling percaya, optimistis, pantang menyerah dan kerjasama tim menjadi pelajaran berharga yang dapat dipetik peserta dalam permainan ini. Dalam kehidupan organisasi pun demikian, diharapkan ketika datang masalah dan rintangan menghadang, organisasi tidak menjadi lemah dan terpenjara. Organisasi harus yakin dan berjuang tanpa kenal lelah demi tercapainya solusi bersama.
Jalan keluar selalu ada jika kita terus berusaha meraihnya. Rintangan yang paling mustahil sekali pun dapat dilompati ketika hati-hati terpadu menjadi satu kesatuan yang saling meneguhkan.
Satu kata dari Danny (Fakultas Teknik Informasi) mengenai pelajaran yang ia dapatkan dari permainan ini, “intens.”
Banyo menambahkan “ jadi, kalau mau suatu organisasi itu berjalan lancar dan berkembang, maka setiap individu (harus) ditanamkan sifat rela berkorban. ”
“Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others. “
Jack Welch
(SIL)

About Author

Advertisement

Poskan Komentar

 
Top